Keunikan Hutan Pelawan.

4

Di wilayah Kecamatan Namang tepatnya di Desa Namang akan dikembangkan kawasan hutan lindung kalong seluas 52,4 Ha yang bersertifikat menjadi 152,4 Ha. Hutan lindung kalong tersebut bisa berfungsi sebagai kawasan wisata hutan. Selain itu, juga akan menjadi paru-paru udara bagi Kabupaten Bangka Tengah. Hutan yang terdiri atas beragam spesies pohon seperti gelam, leting, pelawan, dan rempodong – sumber nektar bagi lebah.

Pembudidayaan jamur pelawan yang tumbuh subur dapat menjadi salah satu potensi kekayaan alam dan wisata hutan di Desa Namang sehingga serbuk bunga jamur pelawan yang diserap oleh lebah dapat menghasilkan madu pahit yang menjadi madu khas Bangka Tengah. Lebah hanya terbang dari sarang mencari nektar, polen, propolis, dan air. Itulah sebabnya, madu pelawan sangat istimewa dibanding madu-madu jenis lain.

hutan-pelawan-jembatan-merah

Bunga ke-3 pohon tersebut sumber nektar bagi lebah hutan. Rasa madu pelawan sangat khas, agak pahit. Namun, setelah madu ditelan, rasa pahit itu hilang. Rasa pahit itu karena kandungan alkaloid yang merupakan bahan obat antara lain berkhasiat sebagai antiinfeksi sehingga manjur menjaga kekebalan tubuh dan mengatasi beragam penyakit. Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa madu pelawan telah dikembangkan pula oleh kelompok usaha produktif di kawasan hutan lindung.

Hutan-Pelawan_2

Musim panen untuk madu pelawan di kawasan hutan kalong kemungkinan besar ada musimnya pada bulan September, Oktober, November sampai Desember saat pergantian musim, tepatnya awal bulan September karena jamur pelawan akan sangat banyak tumbuh di kawasan hutan kalong.

Hotel Di Bangka

Pemanfaatan lahan bekas tambang menjadi lahan pertanian juga dikembangkan di daerah ini dengan cara pengembalian tanah permukaan dan pembenaman bahan organik. Setelah 1 – 2 tahun lahan siap ditanami tanaman pionir seperti sengon dan akasia. Lahan bekas tambang timah dapat pula dimanfaatkan untuk budidaya padi.Tiket pesawat

Saat ini sudah dicetak sawah baru seluas 86 hektare di Desa Namang dan Desa Belilik Kecamatan Namang yang pencetakannya menggunakan dana pemerintah pusat dan daerah dengan menghasilkan beras 4-5 ton/hektar dengan jenis padi Ciherang yang tahan terhadap hama wereng coklat dan tahan terhadap bakteri hama daun ( HDB ) strain 3 dan 4.

IMG20150926144601

Selanjutnya akan ditambah lagi melalui dana Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2011 sekitar September untuk mencetak delapan hektare sawah baru di Desa Namang sehingga ditargetkan pada tahun 2014 kami akan tercetak sawah baru seluas 800 hektaree.

Yo Liburan ke Bangka

Ihsan Al Farozi

Nama Ihsan Al-Farozi lahir pada 23 desember 1996 dan saya orang simple. Ini adalah blog pertama saya, jadi maklumi apabila ada kekurangan.

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] kaskus emoticons nartzco